Monday, January 9, 2017

Ujian Seorang Profesional



Jujur aja, kalo boleh bilang sih males banget kembali ke rutinitas. Belum juga berangkat ngantor, udah kebayang segudang pekerjaan menanti. Belum lagi semua laporan kegiatan yang harusnya beres sebelum akhir tahun.

Dilema rasanya, sebagai seorang manusia yang juga butuh refreshing. Dan sebagai seorang pekerja profesional dituntut bekerja lebih giat dari sebelumnya. Tahun ini haruslah lebih baik dari tahun lalu, tapi kenapa belum juga bisa move on untuk mengalahkan rasa malas ya?

Ternyata, sampe di kantor disambut oleh teman-teman yang juga masih "muka libur". Banyak yang cuma sekedar datang untuk membagikan hasil perburuan selama libur. Gak sampe tengah hari, suasana kantor kembali sepi. Pulang.

Sedih ngeliat mental para "profesional" yang maunya selalu disuapin dan dilayanin. Padahal sebagai "pelayan masyarakat", seharusnya kita melayani dengan maksimal.

Belum lagi gaji yang tertunda, semakin bertambah alasan ketidakinginan bekerja di hari pertama. Anehnya dengan digit angka gaji yang tidak sedikit, masih juga menuntut hak tanpa menjalankan kewajiban. Semua selalu dihubungkan dengan, saya dapet berapa? Atau, saya dapet apa?

Bersyukur, itu intinya. Jalani sesuai peraturan, lakukan pekerjaan sesuai job desk, selalu mengerjakan kewajiban tanpa menuntut hak lebih, dan yakin bekerja untuk mendapat pahala. Insyaallah...

1 comment:

  1. Ohayo Ramaniar san

    Weleh, weleh, ayo ibu nulis lagi, jangan ditinggal terlalu lama blognya, ntar jadi sarang laba-laba lho...

    ReplyDelete