Sunday, January 1, 2017

WAJAH KAMPUNG HALAMANKU



Sedih rasanya melihat tempat menghabiskan liburan semasa kecil berubah menjadi lautan. Jalanan dan rumah-rumah sudah setengah hancur, hanya terlihat genteng-genteng rumah yang tertutup air. "Rumah gue tuh", bisik hati miris. 
Dikatakan laut, bukan. Danau pun bukan. Kenangan masa kecilku sudah tenggelam, bersama tenggelamnya rumah-rumah itu.
Sekarang, sudah tak ada gairah untuk pulang kampung. Rumahnya berbeda, orang-orangnya berbeda, dan suasana yang sangat jauh berbeda. Tidak pulang, tak mungkin. Tetapi pulang pun, malas rasanya. 
Untuk orang lain, tempat ini sudah menjadi tempat wisata. Bahkan mereka sengaja datang dari jauh, hanya untuk berfoto. Tetapi untukku rumah-rumah yang hancur tergenang air, tidak berbeda dengan kampung yang terkena tsunami hebat. Hancur, kumuh, dan jorok. Kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab? 
Kembalikan kampung halamanku... 

2 comments:

  1. Keserakahan manusia yang hanya memikirkan kepentingan sesaat, akhirnya dibalas oleh alam dengan begitu dahsyat. Alam tak pernah memusuhi manusia, manusialah yang tidak pandai bersahabat dengan alam, akhirnya mereka yang tak bersalahpun ikut jadi korban...

    ReplyDelete